NINOS Education & Development baru saja menyelesaikan analisis dan pelaporan Baseline AIM+ FY26 untuk Wahana Visi Indonesia (WVI). Baseline ini menetapkan nilai awal Goal dan empat Outcome dalam siklus program WVI 2026 sampai 2030, di 17 Area Programme yang tersebar di empat zona: Sambawa, NTT, Kalimantan Barat, dan Papua.
Laporan telah kami serahkan kepada WVI dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penugasan ini menuntut satu kerangka analisis untuk lima sektor sekaligus, dan kami ingin berbagi mengapa pekerjaan ini penting, bagaimana kami mengerjakannya, dan apa yang kami pelajari.
Tentang Baseline AIM+ FY26
AIM+ FY26 adalah baseline siklus program WVI untuk Strategi Nasional 2026 sampai 2030, dengan satu tujuan besar: anak tangguh menghadapi masa depan. Baseline mengukur kondisi sebelum program berjalan dan mencakup 29 indikator di tingkat Goal dan empat Outcome.
Cakupannya lintas sektor. Di tingkat Goal, baseline menilai ketahanan ekonomi rumah tangga, kohesi sosial dan efikasi kolektif, serta sikap setara gender. Di tingkat Outcome, baseline menilai kesehatan dan gizi anak, air minum dan sanitasi, keterampilan dasar membaca dan numerasi, perlindungan dan pemberdayaan remaja, serta akuntabilitas sosial dan kapasitas mitra.
Mengapa Baseline Ini Berbeda
Kebanyakan baseline berhenti pada angka awal. WVI meminta lebih: baseline yang menjadi fondasi Contribution Analysis sampai 2030. Program WVI terdiri atas beberapa komponen yang saling bergantung, sehingga desain eksperimen acak tidak bisa dipakai. Karena itu baseline harus mampu menguji apakah logika program masuk akal sebelum intervensi dimulai, menetapkan jejak bukti yang akan diperiksa setiap tahun, dan memetakan penjelasan tandingan sejak awal.
Penjelasan tandingan itu nyata di lapangan. Di wilayah yang sama berjalan Progam Kelaurga Harapan (PKH), pemberian makanan tambahan, cek kesehatan gratis, PAMSIMAS, dan STBM, ditambah pola musim dan program lembaga lain. Semuanya kami petakan sebelum program berjalan, agar kontribusi WVI kelak dapat dipisahkan dari kontribusi pihak lain.
Tujuan dan Kerangka Analisis
Analisis mengikuti enam langkah Contribution Analysis (Mayne, 2008). Baseline ini mengerjakan tiga langkah pertama: merumuskan masalah atribusi, menyusun dan menguji Theory of Change, serta mengumpulkan bukti awal. Tiga langkah berikutnya dibangun lewat tinjauan tahunan FY27 sampai FY30.
Secara spesifik, analisis bertujuan untuk:
- Menetapkan nilai awal 29 indikator Goal dan Outcome, baik nasional tertimbang maupun per Area Programme
- Menguji Theory of Change setiap Outcome terhadap data sebelum program berjalan
- Menyiapkan kelompok pembanding: menyeimbangkan dua belas karakteristik rumah tangga di setiap Area Programme agar siap dipakai pada midline FY28
- Menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk penetapan target, prioritas lokasi, dan persiapan midline
Analisis ini secara khusus memperhatikan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial, dengan data dipilah menurut jenis kelamin, usia, wilayah perkotaan dan perdesaan, status sponsorship, dan kesulitan fungsional.
Metodologi: Analisis Statistik Terpadu dan Mixed Methods
Tim PEARL/MELC WVI dan enumerator lokal mengumpulkan data dari akhir April sampai awal Juni 2026. NINOS menerima data yang sudah bersih, lalu merancang kerangka analisis, menjalankan analisis, dan menulis laporan. Metode yang kami terapkan mencakup:

Survei skala besar : 19.777 catatan kuesioner dari 18.714 rumah tangga, mencakup modul rumah tangga, pengasuh, remaja usia 12 sampai 18 tahun, balita, serta air dan sanitasi. Estimasi nasional ditimbang menurut populasi target setiap Area Programme.
Penilaian belajar : 1.299 anak usia 7 sampai 14 tahun untuk keterampilan dasar membaca dan numerasi, serta 628 siswa kelas 3 untuk kemahiran membaca, dilengkapi data lingkungan baca di sekolah.
Uji konstruk dan model jalur (CFA dan SEM) : desain analisis menetapkan CFA untuk memastikan indikator setiap Outcome benar mengukur konstruk yang dimaksud Theory of Change, memakai korelasi polikorik karena sebagian besar indikator berskala ordinal. Rantai Outcome ke Goal lalu diuji dengan PLS SEM (SmartPLS 4, 5.000 resampel bootstrap), diperkuat regresi logistik, ordinal, dan linear untuk menguji penjelasan tandingan.
Asesmen kapasitas mitra : sensus 47 organisasi mitra dengan instrumen kapasitas organisasi dan safeguarding, ditabulasi menurut aturan Global Centre World Vision.
Data kualitatif dan desk review : diskusi kelompok terfokus dengan remaja yang dianalisis dengan thematic coding, serta telaah kebijakan dan program pemerintah di bidang kesehatan, air dan sanitasi, pendidikan, perlindungan anak, dan perlindungan sosial.

Temuan Utama
Delapan dari sepuluh hubungan dalam rantai gizi terbukti. Model PLS SEM pada 634 rumah tangga menunjukkan hubungan terkuat berjalan dari aksi kolektif warga ke akses air minum dan sanitasi, dengan koefisien jalur 0,302. Dua hubungan yang tidak terbukti tetap kami laporkan apa adanya.
Ketiga model jalur memberi pesan yang sama: rantai terhubung kuat di ujung komunitas dan menipis di ujung hasil. Setiap rantai punya satu titik ungkit, yaitu kontribusi rumah tangga pada layanan bersama untuk Outcome 1, kebiasaan membaca di rumah untuk Outcome 2, dan relasi remaja dengan pengasuh untuk Outcome 3. Di sektor gizi, cakupan sudah tinggi tetapi kualitas tertinggal: frekuensi makan minimum tercapai 83,0%, sedangkan keragaman pangan minimum baru 45,0%. Di sektor pendidikan, numerasi yang paling menahan capaian keterampilan dasar, dan di 16 dari 37 sekolah yang disurvei anak kelas 3 belum punya cara meminjam buku.
Posisi kontribusi pada baseline kami tetapkan Emerging. Setiap jalur lolos hoop test, sedangkan smoking gun test memang belum mungkin lolos karena program belum berjalan. Laporan juga mencatat apa yang perlu dibenahi sebelum midline, termasuk enam cacat pengukuran, perbedaan adopsi indikator antar Area Programme, dan bukti kualitatif yang baru tersedia di tingkat Goal.
Tim Riset NINOS
NINOS adalah lembaga riset dan evaluasi lintas sektor yang bekerja di bidang pendidikan, kesehatan dan gizi, air dan sanitasi, perlindungan anak, pemberdayaan remaja, dan penguatan sistem lokal. Kami memadukan survei skala besar, penilaian belajar, analisis statistik lanjutan seperti CFA, SEM, dan regresi, serta metode kualitatif dalam satu kerangka. Kami percaya riset yang baik bukan hanya menghasilkan angka, tetapi membantu klien memahami bagian mana yang sudah bekerja, di mana rantai perubahannya putus, dan apa yang perlu didahulukan.
Tertarik Bekerja Sama?
Jika organisasi Anda sedang merencanakan baseline, evaluasi, kajian Theory of Change, atau analisis data lintas sektor, khususnya untuk program dengan banyak lokasi dan banyak outcome, kami terbuka untuk berdiskusi.
📧 ninosindonesiafoundation@gmail.com | 🌐 ninosfoundation.org | @ninoseduction📍 Duren Sawit, Jakarta, Indonesia